3 Destinasi Wisata yang Sulit Berkembang Versi Jusuf Kalla

Sahabatnesia – Wakil Presiden Juiceuf Kalla berasumsi tiga daerah di Indonesia susah berkembang karna orang-orangnya tidak pluralistik. Ia mengatakan Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, serta Nusa Tenggara Timur.

” Seperti di daerahnya Pak Luhut serta di daerah saya Bugis itu sulit itu hospitality-nya. Sebelumnya turisnya komplain, kita (orang Sumut serta Bugis) komplain dahulu, ” kata Kalla waktu ada dalam puncak acara Sail Sabang 2017 di Pelabuhan CT-3, Sabang, Aceh, Sabtu (2/12/201).

Kalla menyebutkan apabila satu daerah tidak mempunyai orang-orang yang plural juga akan susah berkembang. Menurut dia, pluralistik jadi modal untuk terima wisatawan yang bertandang ke daerahnya.

” Karna pasti daerah wisata tanpa ada hospitality tanpa ada rasa melayani dari pada orang-orangnya, juga akan sulit berkembang.

Kalla menilainya ada contoh daerah yang mempunyai orang-orang pluralistik. Ia mengatakan Sabang serta Bali jadi contoh orang-orang yang gampang terima wisatawan.

” Karna Sabang penduduknya pluralistik. Umumnya daerah yang pluralistik itu penerimaan tamunya itu lebih terbuka. Sulit itu Batak serta Bugis, NTT. Tiga daerah itu begitu sulit majunya. Terkecuali Bali, dimarahin (turis) senyum saja, ” tuturnya.

Bidang pariwisata sekarang ini jadi satu diantara andalan pemerintah Joko Widodo – Juiceuf Kalla untuk memperoleh devisa terkecuali perdagangan serta industri kelapa sawit. Bidang pariwisata diproyeksikan jadi penyumbang devisa paling besar th. 2019.

Pada 2016, devisa pariwisata telah menjangkau 13, 5 juta dollar AS per th.. Cuma kalah dari minyak sawit mentah (CPO) yang sebesar 15, 9 juta dollar AS per th.. Walau sebenarnya pada 2015 lantas, pariwisata masih tetap berada di posisi ke-4 jadi bidang penyumbang devisa paling besar.